acac

acac
ma nta p

Kamis, 30 April 2015

Neraca dan Laporan Laba Rugi Perusahaan Otomotif









Daniel Eric Thendean
21211728
4EB08


Neraca dan Laporan Laba Rugi Perusahaan Otomotif


PT ASTRA OTOPARTS Tbk
INDUK PERUSAHAAN SAJA/PARENT COMPANY ONLY


NERACA
31 MARET 2011 DAN 2010 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

BALANCE SHEETS AS AT 31 MARCH 2011 AND 2010 (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)



ASET
        2011            
        2010            

ASSETS
Aset lancar
Kas dan setara kas

323,810

268,582
Current assets
Cash and cash equivalents
Wesel tagih
Piutang usaha, setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar
Rp 143 (2010: Rp 168)
65,585
176,665
Notes receivable
Trade receivables, net provision for
doubtful receivables of
- Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa

288,069

232,254
Rp 143 (2009: Rp 168)
Related parties -
- Pihak ketiga
287,331
163,633
Third parties -
Piutang lain-lain
135,890
66,897
Other receivables
Persediaan, setelah dikurangi
penyisihan persediaan usang dan lambat bergerak
sebesar Rp 2.289 (2010: Rp 3.358)



213,913



126,730
Inventories, net of provision
for obsolete and slow moving inventory of
Rp 2,289 (2009: Rp 3,358)
Pajak dibayar dimuka
142
-
Prepaid taxes
Pembayaran dimuka lainnya
              27,128
              10,192
Other prepayments
Jumlah aset lancar
         1,341,868
         1,044,953
Total current assets

Aset tidak lancar
Piutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa



2,197



2,839

Non-current assets
Receivables from related parties
Aset pajak tangguhan
Investasi pada anak perusahaan, perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities
52,321


2,640,284
33,701


2,035,209
Deferred tax assets
Investments in subsidiaries, associates, and jointly
controlled entities
Investasi jangka panjang lain-lain
Aset tetap, setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 278.449 (2010: Rp 240.220)
10,293


303,285
13,109


275,732
Other long term investments
Fixed assets, net of accumulated depreciation
of Rp 278,449 (2010: Rp 240,220)
Properti investasi
13,092
16,441
Investment properties
Aset lain-lain
              21,603
              74,826
Other assets
Jumlah aset tidak lancar
         3,043,075
         2,451,857
Total non-current assets
JUMLAH ASET
         4,384,943
         3,496,810
TOTAL ASSETS



PT ASTRA OTOPARTS Tbk
NERACA
31 MARET 2011 DAN 2010 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

BALANCE SHEETS AS AT 31 MARCH 2011 AND 2010 (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

KEWAJIBAN
        2011           
        2010           
LIABILITIES
Kewajiban jangka pendek
Hutang usaha
- Pihak yang mempunyai hubungan

Current liabilities

Trade payables
istimewa
310,474
214,180                                      Related parties -
- Pihak ketiga
152,948
73,578                                         Third parties -
Hutang lain-lain
23,411
10,879                                           Other payables
Hutang pajak
30,576
29,795                                            Taxes payable
Beban yang masih harus dibayar
134,193
69,549                                      Accrued expenses
Uang muka pelanggan
8,646
23,154                                    Customer advances
Kewajiban imbalan kerja
Bagian jangka pendek dari pinjaman jangka panjang
7,002

              42,111
3,549                      Employee benefits obligation
Current portion
              35,651                                   of long-term loans
Jumlah kewajiban jangka pendek
            709,361
            460,335                             Total current liabilities
Kewajiban jangka panjang

Non-current liabilities
Hutang kepada pihak yang mempunyai
hubungan istimewa

970

882                       Payables to related parties
Kewajiban imbalan kerja
Pinjaman jangka panjang,
54,832
46,600                   Employee benefits obligation
setelah dikurangi bagian
jangka pendek

118,313
Long-term loans,
203,720                               net of current portion
Kewajiban jangka panjang lain-lain
              19,459
                        -                         Other non-current liabilities
Jumlah kewajiban jangka panjang
            193,574
            251,202                      Total non-current liabilities
EKUITAS
Modal saham

EQUITY
Share capital
Modal dasar - 2.000.000.000
saham dengan nilai nominal
Rp 500 (Rupiah penuh)
per saham

Authorised - 2,000,000,000
shares with par value of Rp 500 (full Rupiah) per share
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
771.157.280 saham

385,579
Issued and fully paid
385,579                                771,157,280 shares
Tambahan modal disetor
Perubahan ekuitas perusahaan asosiasi
55,943

18,120
55,943                             Additional paid-in capital

-                 Changes in equity of associates
Cadangan lindung nilai arus kas
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
(4,752)


(10,923)
-                            Cash flow hedge reserve
Differences in value of restructuring transactions among entities
(10,923)                           under common control
Saldo laba
- Dicadangkan

52,500
Retained earnings
45,000                                         Appropriated -
- Belum dicadangkan
         2,985,541
         2,309,674                                     Unappropriated -
Jumlah ekuitas
         3,482,008
         2,785,273                                                Total equity
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

         4,384,943
TOTAL LIABILITIES AND
         3,496,810                                                   EQUITY

INDUK PERUSAHAAN SAJA/PARENT COMPANY ONLY



PT ASTRA OTOPARTS Tbk
INDUK PERUSAHAAN SAJA/PARENT COMPANY ONLY

LAPORAN LABA RUGI
UNTUK MASA TIGA BULAN YANG BERAKHIR
31 MARET 2011 DAN 2010 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

STATEMENTS OF INCOME FOR THE THREE MONTHS ENDED
31 MARCH 2011 AND 2010 (Unaudited)
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)



        2011            
        2010           

Pendapatan bersih
931,292
616,019
Net revenue
Beban pokok pendapatan
           (821,912)
           (538,120)
Cost of revenue
Laba kotor
            109,380
              77,899
Gross profit
Beban usaha:
Beban penjualan

(30,573)

(20,473)
Operating expenses:
Selling expenses



General and administrative
Beban umum dan administrasi
             (56,896)
             (36,613)
expenses

             (87,469)
             (57,086)

Laba usaha
              21,911
              20,813
Operating income
Penghasilan/(beban) lain-lain:
Penghasilan bunga

5,435

9,265
Other income/(expenses):
Interest income
Keuntungan kurs mata
uang asing - bersih

918

11,061
Gain on foreign
exchange - net
Beban bunga dan keuangan
(689)
(2,194)
Interest and financial charges
Penghasilan lain-lain - bersih
              10,881
                9,979
Other income - net

Bagian laba bersih anak perusahaan,
16,545
28,111

Equity in net income of subsidiaries,
perusahaan asosiasi dan


associates and jointly
jointly controlled entities
            249,203
              97,299
controlled entities
Laba sebelum pajak penghasilan
287,659
146,223
Profit before income tax
Beban pajak penghasilan
               (9,677)
             (13,919)
Income tax expenses
Laba bersih
            277,982
            132,304
Net income
Laba bersih per saham


Net earnings per share
Dasar dan dilusian
(Rupiah penuh)
                   360
                   172
Basic and diluted
(full Rupiah)


Senin, 30 Maret 2015

Internasionalisasi Pasar Modal



Internasionalisasi Pasar Modal

Internasionalisasi pasar modal ditandai oleh beberapa hal seperti kebebasan yang diperoleh para investorhttp://cdncache-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png, broker dan emiten untuk melakukan investasi (usaha) di banyak negara. Kebebasan ini tentu didasari oleh adanya keuntungan yang diperoleh oleh para pelaku pasar modal tersebut.
Investorhttp://cdncache-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png akan diuntungkan jika ia melakukan investasi dibanyak negara karena dengan demikian ia dapat melakukan diversifikasi terhadap risiko investasinya. Broker juga akan diuntungkan jika memiliki banyak cabang dibanyak negara mengingat likuiditas pasar modal itu sendiri berbeda-beda. Emiten akan diuntungkan karena dapat memperoleh lebih banyak modal lagi dengan mencatatkan sahamnya di berbagai bursa saham.
Investor dan emiten dari perusahaan domestik di Indonesia relatif sudah cukup banyak yang go internasional. Banyak dari investor lokal yang kini aktif melakukan perdagangan saham secara on line terhadap saham-saham asing. Selain itu relatif juga mulai banyak investor lokal yang tertarik dalam membeli reksadana asing yang bukan saja memberikan jaminan akan keuntungan yang dapat dipertanggung jawabkan tetapi juga biasanya memiliki nilai nominal dalam dolar sehingga investor dapat menghindari kerugian akibat melemahnya rupiah.
Emiten tampaknya juga terus memperlihatkan kecenderungan yang terus meningkat untuk go internasional listing. Kebutuhan akan modal yang sangat sulit diperoleh dari sistem perbankan yang kini sedang dalam proses restrukturisasi semakin membuka lebar-lebar peluang kemungkinan bagi mereka untuk meraup modal segar bagi kebutuhan usahanya. Krisis ekonomi juga mengajarkan kepada kita betapa pasar yang tidak likiud dan relatif kecil akan menyulitkan program restrukturisasinya misalnya penjualan saham akan cenderung akan menurunkan harga saham.
Broker lokal sendiri walaupun masih belum seekspansif broker asing sebetulnya juga telah membuka pasar yang lebih luas. Broker lokal yang mengoperasikan perdagangan saham secara on-line sesungguhnya dapat dikatakan mulai menjamah pasar internasional.

Dampak Internasionalisasi
Beberapa keuntungan dari internasionalisasi pasar modal bagi investorhttp://cdncache-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png adalah:
Pertama, dengan semakin banyaknya investorhttp://cdncache-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png lokal yang melakukan investasi di pasar internasional maka biaya modal akan menjadi lebih murah. Hal ini dapat terjadi karena investor domestik dan investor asing dapat membeli dan menjual saham lokal dan saham asing yang pada gilirannya merupakan diversifikasi dari risiko yang berdampak bagi penurunan risiko dari saham-saham lokal. Dalam bahasa CAPM (Capital Asing Pricing Model) dikatakan bahwa beta saham tersebut menjadi lebih rendah.
Kedua, meningkatnya abnormal return khususnya sebelum deregulasi pasar modal dilakukan. Hal ini dapat terjadi karena investor telah mengantisipasi liberalisasi ini. Penelitian yang dilakukan oleh P. Henry dalam Journal of Finance 2000 memperlihaikan bahwa dalam 8 bulan sebelum pengumuman dilakukan maka terbentuk abnormal return sebesar 3,3% per bulan.
Ketiga, devidend yield (DIP) juga mengalami penurunan yang berarti telah terjadi penurunan dalam biaya modal, walau pun efeknya relatif kecil (penelitian ini dilakukan oleh Bekaert dan Harvey dalam Journal of Finance 2000).
Keempat, negara akan mengalami pertumbuhan investasi swasta yang tinggi setelah dilakukannya liberalisasi pasar modal (P. Henry 2000). Terlepas apakah urutan deregulasinya telah dilakukan dengan benar atau tidak.
Kelima, terjadi peningkatan dalam disclosure dari emiten yang pada gilirannya akan meningkatkan kuantitas dan kualitas informasi. Selain itu juga akan tercipta jumlah investor yang lebih banyak, meningkatkan perdagangan saham dan membuka kesempatan baru bagi emiten untuk memperoleh modal baru.
Relevansi
Pertama, emiten dari pasar modal yang kapitalisasi pasarnya lebih besar cenderung tidak akan mau mencatatkan sahamnya di pasar modal yang kapitalisasi pasarnya lebih kecil. Penelitian Barclay, Litzenberger, dan Warner (Review of Financial Studies, 1990) membuktikan bahwa variasi dan return perusahaan Amerika yang tercatat di Tokyo tidak mengalami perubahan setelah tercatat di Tokyo Stock Exchangehttp://cdncache-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png.
Sebaliknya variansi dari return perusahaan-perusahaan Jepang yang tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) justru mengalami peningkatan sebesar 28%. Berdasarkan hipotesa likuiditas dikatakan bahwa semakin besarnya variansi memperlihatkan bahwa likuiditasnya (volume) perdagangan menjadi lebih baik..
Kedua, listing antar bursa efek akan menguntungkan bursa efek yang memiliki transparansi dan biaya transaksi yang paling baik dan murah lihat Domowittz, Glen dan Madhavan (Journal of Finance 1998). Selain mengembangkan model teoritis mereka juga melakukan studi empiris yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan volatilitas di Bursa Mexico setelah emitennya tercatat di Amerika Serikat, dan likuditas di Bursa Mexico ternyata mengalami penurunan khususnya bagi saham-saham yang dapat ditransaksikan oleh investor asing dan lokal.

Penutup
Emiten dan investor lokal (baca: Indonesia) cenderung akan diuntungkan jika terjadi listing emiten antar bursa, namun bursa efek lokal dan tentunya juga perusahaan efek lokal cenderuing akan dirugikan jika tingkat transparansi di pasar modal kita relatif masih rendah dan biaya transaksinya relatif juga masih tinggi. Volume dan likuditas di pasar lokal akan tersedot oleh likuiditas di pasar modal yang lebih transparan dan efisien biaya transaksinya.
Persaingannya ternyata tidak berhenti di situ saja. Selain tingkat transparansi dan biaya transaksi yang lebih baik, Pasar Modal di Amerika Serikat ternyata saat ini sedang terus berbenah diberbagai hal. Misalnya SEC di Amerika Serikat sudah memaksa bahwa pada bulan 9 April tahun 2001, Bursa Efek dan OTC harus melakukan perdagangan dengan fraksi desimal dalam rangka mengurangi spread dalam bid dan ask sehigga menciptakan pasar yang lebih akurat dan efisien.
Menurut perhitungan Kongres Amerika Serikat diperkirakan investor akan diuntungkan sebesar 3 juta dolar per hari dengan kebijakan baru ini akibat efisiensi perdagangan saham.

SUMBER: Kompas Jakarta
http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/07/29/keuntungan-pasar-modal-go-international/