acac

acac
ma nta p

Minggu, 03 Mei 2015

Makalah Perbankan Syariah



TUGAS KELOMPOK AKUNTANSI SYARIAH


PERBANKAN SYARIAH











NAMA KELOMPOK :

Daniel Eric Thendean 21211728
Faruk Kasyfi 22211720
Owie .K 25211479
Anggita .P20211901
Fadhil Adrian 22211559
Ahmad Nofandi 28211403
Nanda Hendro
Prima.G










Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam lebih memahami mata kuliah akuntansi syariah pada umumnya dan materi perbankan syariah pada khususnya.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

                                                                                                  
















PENDAHULUAN
Pada dasarnya tujuan pembangunan nasional adalah untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana ditentukan dalam alinea ke empat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa pemerintah negara Republik Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan masyarakat adil dan makmur tersebut berbagai upaya dilaksanakan oleh semua pihak termasuk perbankan nasional. Sementara itu pada pertengahan tahun 1997 krisis ekonomi dan moneter telah menimpa negara kita yang menurut para pakar diakibatkan kombinasi dari dampak penularan ( contagion ) eksternal dengan kelemahan internal dari struktur ekonomi, sosial dan politik. Kombinasi gejolak eksternal dan kelemahan internal ini telah mendorong krisis pada sektor keuangan dan sektor riil yang kemudian menimpa perbankan nasional.
Kemunduran ekonomi kapitalis yang menerapkan asas pasar bebas dan ekonomi sosialis dengan kontrol negara dalam perekonomian secara terpusat, merupakan titik pijak bagi perkembangan ekonomi syariah. Asas yang didepankan dalam ekonomi syariah adalah keadilan atau kesetaraan hak dan kewajiban, peniadaan segala bentuk penindasan atau penggerogotan terhadap pihak lain, serta memiliki dimensi sosiologis. Pilar utama perekonomian syariah adalah perbankan syariah




























1.      PENGERTIAN BANK SYARIAH


Sekarang ini banyak berkembang bank syariah.Bank syariah muncul di Indonesia pada awal tahun 1990-an. Pemrakarsa pendirian bank syariah di Indonesia dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18 – 20 Agustus 1990. Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, maksudnya adalah bank yang dalam operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam. Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efesiensi, keadilan, dan kebersamaan. Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin.

2.      FILOSOFI BANK SYARIAH
Perbankan syariah merupakan bagian dari ekonomi syariah, dimana ekonomi syariah merupakan bagian dari muamalat (hubungan antara manusia dengan manusia). Oleh karena itu, perbankan syariah tidak bisa dilepaskan dari al Qur`an dan as sunnah sebagai sumber hukum Islam. Perbankan syariah juga tidak dapat dilepaskan dari paradigma ekonomi syariah.
Berikut beberapa paradigma ekonomi syariah:
  1. Tauhid. Dalam pandangan Islam, salah satu misi manusia diciptakan adalah untuk menghambakan diri kepada Allah SWT: ”Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (51:56). Pengambaan diri ini merupakan realisasi tauhid seorang hamba kepada Pencipta-Nya. Konsekuensinya, segenap aktivitas ekonomi dapat bernilai ibadah jika diniatkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
  2. Allah SWT sebagai pemilik harta yang hakiki. Prinsip ekonomi syariah memandang bahwa Allah SWT adalah pemilik hakiki dari harta. ” Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi…” (2:284). Manusia hanya mendapatkan titipan harta dari-Nya, sehingga cara mendapatkan dan membelanjakan harta juga harus sesuai dengan aturan dari pemilik hakikinya, yaitu Allah SWT.
  3. Visi global dan jangka panjang. Ekonomi syariah mengajarkan manusia untuk bervisi jauh ke depan dan memikirkan alam secara keseluruhan. Ajaran Islam menganjurkan ummatnya untuk mengejar akhirat yang merupakan kehidupan jangka panjang, tanpa melupakan dunia: ”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (28: 77). Risalah Islam yang diturunkan kepada Muhammad SAW pun mengandung rahmat bagi alam semesta: ”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (23:107). Dengan demikian dalam dimensi waktu, ekonomi syariah mempertimbangkan dampak jangka panjang, bahkan hingga kehidupan setelah dunia (akhirat). Sedangkan dalam dimensi wilayah dan cakupan, manfaat dari ekonomi syariah harus dirasakan bukan hanya oleh manusia, melainkan alam semesta.
  4. Keadilan. Allah SWT telah memerintahkan berbuat adil: ”Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil” (4: 48). Bahkan, kebencian seseorang terhadap suatu kaum tidak boleh dibiarkan sehingga menjadikan orang tersebut menjadi tidak adil: ”Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (5:8).
  5. Akhlaq mulia. Islam menganjurkan penerapan akhlaq mulia bagi setiap manusia. bahkan Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa: ”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia” (HR. Malik). Termasuk saat mereka beraktivitas dalam ekonomi. Akhlaq mulia semisal ramah, suka menolong, rendah hati, amanah, jujur sangat menopang aktivitas ekonomi tetap sehat. Contoh terbaik dalam akhlaq adalah Muhammad SAW, sehingga Allah SWT memuji beliau: ”Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (68:4). Sebelum diangkat menjadi Rasul, Muhammad sangat dipercaya oleh kaumnya sehingga diberi gelar ’al Amin’ (yang terpercaya). Hasilnya, beliau menjadi pengusaha yang sukses.
  6. Persaudaraan. Islam memandang bahwa setiap orang beriman adalah bersaudara: ”Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara..” (49:10). Konsep persaudaraan mengajarkan agar orang beriman bersikap egaliter, peduli terhadap sesama dan saling tolong menolong. Islam juga mengajarkan agar perbedaan suku dan bangsa bukanlah untuk dijadikan sebagai pertentangan, melainkan sebagai sarana untuk saling mengenal dan memahami: ”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” (49:13).
Operasional Perbankan Syariah
Perbankan syariah menjalankan fungsi yang sama dengan perbankan konvensional, yaitu sebagai lembaga intermediasi (penyaluran), dari nasabah pemilik dana (shahibul mal) dengan nasabah yang membutuhkan dana. Namun, nasabah dana dalam bank syariah diperlakukan sebagai investor dan/atau penitip dana. Dana tersebut disalurkan perbankan syariah kepada nasabah pembiayaan untuk beragam keperluan, baik produktif (investasi dan modal kerja) maupun konsumtif. Dari pembiayaan tersebut, bank syariah akan memperoleh bagi hasil/marjin yang merupakan pendapatan bagi bank syariah. Jadi, nasabah pembiayaan akan membayar pokok + bagi hasil/marjin kepada bank syariah. Pokok akan dikembalikan sepenuhnya kepada nasabah dana sedangkan bagi hasil/marjin akan dibagi hasilkan antara bank syariah dan nasabah dana, sesuai dengan nisbah yang telah disepakati.
Artinya dalam bank syariah, dana dari nasabah pendanaan harus di’usahakan’ terlebih dahulu untuk menghasilkan pendapatan. Pendapatan itulah yang akan dibagi hasilkan untuk keuntungan bank syariah dan nasabah dana.


Skema-skema produk perbankan syariah
Dalam operasionalnya, bank syariah menggunakan beberapa skema yang bersesuaian dengan syariah sebagaimana dijelaskan sbb.:
  1. Pendanaan/Penghimpunan dana: Wadiah dan mudharabah.
    1. Wadiah (titipan)
Dengan skema wadiah, nasabah menitipkan dananya kepada bank syariah. Nasabah memperkenankan dananya dimanfaatkan oleh bank syariah untuk beragam keperluan (yang sesuai syariah). Namun bila nasabah hendak menarik dana, bank syariah berkewajiban untuk menyediakan dana tersebut. Umumnya skema wadiah digunakan dalam produk giro dan sebagian jenis tabungan. BSM menggunakan skema ini untuk BSM Giro, BSM TabunganKu dan BSM Tabungan Simpatik.
    1. Mudharabah (investasi)
Dengan skema mudharabah, nasabah menginvestasikan dananya kepada bank syariah untuk dikelola. Dalam skema ini, BSM berfungsi sebagai manajer investasi bagi nasabah dana. Nasabah mempercayakan pengelolaan dana tersebut untuk keperluan bisnis yang menguntungkan (dan sesuai syariah). Hasil keuntungan dari bisnis tersebut akan dibagi hasilkan antara nasabah dana dengan BSM sesuai nisbah yang telah disepakai di muka.
BSM menggunakan skema ini untuk BSM Deposito, Tabungan BSM, BSM Tabungan Berencana, BSM Tabungan Mabrur, BSM Tabungan Investa Cendekia dan BSM Tabungan Kurban.
  1. Pembiayaan/Penyaluran dana: Murabahah, ijarah, istishna, mudharabah, musyarakah dsb.
    1. Murabahah
Merupakan akad jual beli antara nasabah dengan bank syariah. Bank syariah akan membeli barang kebutuhan nasabah untuk kemudian menjual barang tersebut kepada nasabah dengan marjin yang telah disepakati. Harga jual (pokok pembiayaan + marjin) tersebut akan dicicil setiap bulan selama jangka waktu yang disepakati antara nasabah dengan bank syariah. Karena harga jual sudah disepakati di muka, maka angsuran nasabah bersifat tetap selama jangka waktu pembiayaan. Hampir seluruh pembiayaan konsumtif BSM (BSM Griya, BSM Oto) menggunakan skema ini. Skema ini juga banyak dipergunakan BSM dalam pembiayaan modal kerja atau investasi yang berbentuk barang. Sekitar 70% pembiayaan bank syariah menggunakan skema murabahah.
    1. Ijarah
Merupakan akad sewa antara nasabah dengan bank syariah. Bank syariah membiayai kebutuhan jasa atau manfaat suatu barang untuk kemudian disewakan kepada nasabah. Umumnya, nasabah membayar sewa ke bank syariah setiap bulan dengan besaran yang telah disepakati di muka.
BSM mengaplikasikan skema ini pada BSM Pembiayaan Eduka (pembiayaan untuk kuliah) dan BSM Pembiayaan Umrah. Beberapa pembiayaan investasi juga menggunakan skema ijarah, khususnya skema ijarah muntahiya bit tamlik (IMBT).
    1. Istishna
Merupakan akad jual beli antara nasabah dengan bank syariah, namun barang yang hendak dibeli sedang dalam proses pembuatan. Bank syariah membiayai pembuatan barang tersebut dan mendapatkan pembayaran dari nasabah sebesar pembiayaan barang ditambah dengan marjin keuntungan. Pembayaran angsuran pokok dan marjin kepada bank syariah tidak sekaligus pada akhir periode, melainkan dicicil sesuai dengan kesepakatan. Umumnya bank syariah memanfaatkan skema ini untuk pembiayaan konstruksi.
    1. Mudharabah
Merupakan akad berbasis bagi hasil, dimana bank syariah menanggung sepenuhnya kebutuhan modal usaha/investasi.
    1. Musyarakah
Merupakan akad berbasis bagi hasil, dimana bank syariah tidak menanggung sepenuhnya kebutuhan modal usaha/investasi (biasanya sekitar 70 s.d. 80%).
    1. Lainnya

  1. Jasa: Wakalah, rahn, kafalah, sharf dsb.
    1. Wakalah
Wakalah berarti perwalian/perwakilan. Artinya BSM bekerja untuk mewakili nasabah dalam melakukan suatu hal. BSM mengaplikasikan skema ini pada beragam layanannya semisal transfer uang, L/C, SKBDN dsb.
    1. Rahn
Rahn bermakna gadai. Artinya bank syariah meminjamkan uang (qardh) kepada nasabah dengan jaminan yang dititipkan nasabah ke bank syariah. Bank syariah memungut biaya penitipan jaminan tersebut untuk menutup biaya dan keuntungan bank syariah. BSM mengaplikasikan skema ini pada BSM Gadai Emas iB.
    1. Kafalah
Dengan skema kafalah, bank syariah menjamin nasabahnya. Bila terjadi sesuatu dengan nasabah, bank syariah akan bertanggung jawab kepada pihak ke-3 sesuai kesepakatan awal. BSM mengaplikasikan skema ini pada produk BSM Bank Garansi.
    1. Sharf
Merupakan jasa penukaran uang. BSM mengaplikasikan skema ini untuk layanan penukaran uang Rupiah dengan mata uang negara lain, semisal US$, Malaysia Ringgit, Japan Yen dsb.
  1. Perbedaan bank syariah dengan bank konvensional
Beberapa kalangan masyarakat masih mempertanyakan perbedaan antara bank syariah dengan konvensional. Bahkan ada sebagian masyarakat yang menganggap bank syariah hanya trik kamuflase untuk menggaet bisnis dari kalangan muslim segmen emosional. Sebenarnya cukup banyak perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional, mulai dari tataran paradigma, operasional, organisasi hingga produk dan skema yang ditawarkan. Paradigma bank syariah sesuai dengan ekonomi syariah yang telah dijelaskan di muka. Sedangkan perbedaan lainnya adalah sbb.:
Jenis perbedaan
Bank syariah
Bank konvensional
Landasan hukum
Al Qur`an & as Sunnah + Hukum positif
Hukum positif
Basis operasional
Bagi hasil
Bunga
Skema produk
Berdasarkan syariah, semisal mudharabah, wadiah, murabahah, musyarakah dsb
Bunga
Perlakuan terhadap Dana Masyarakat
Dana masyarakat merupakan titipan/investasi yang baru mendapatkan hasil bila diputar/di’usahakan’ terlebih dahulu
Dana masyarakat merupakan simpanan yang harus dibayar bunganya saat jatuh tempo
Sektor penyaluran dana
Harus yang halal
Tidak memperhatikan halal/haram
Organisasi
Harus ada DPS (Dewan Pengawas Syariah)
Tidak ada DPS
Perlakuan Akuntansi
Accrual dan cash basis (untuk bagi hasil)
Accrual basis
Terdapat perbedaan pula antara bagi hasil dan bunga bank, yaitu sbb.:
Bunga
Bagi hasil
Suku bunga ditentukan di muka
Nisbah bagi hasil ditentukan di muka
Bunga diaplikasikan pada pokok pinjaman (untuk kredit)
Nisbah bagi hasil diaplikasikan pada pendapatan yang diperoleh nasabah pembiayaan
Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu secara sepihak oleh bank
Nisbah bagi hasil dapat berubah bila disepakati kedua belah pihak

PERKEMBANGAN BANK SYARIAH
Market share bank syariah
1.38%
1.50%
1.85%
2.10%
2.68%
2.77%
Pembiayaan, jumlah dana yang disalurkan perbankan kepada masyarakat
Pembiayaan
Des 05
Des 06
Des 07
Des 08
Des 09
Juni 10
Bank Umum
695,648
792,297
1,002,012
1,307,688
1,437,930
1,586,492
Bank Syariah
12,405
16,113
20,717
26,109
34,452
46,260
Market share bank syariah
1.78%
2.03%
2.07%
2.00%
2.40%
2.92%
Aset, total kekayaan yang dimiliki perbankan
Aset
Des 05
Des 06
Des 07
Des 08
Des 09
Juni 10
Bank umum
1,469,827
1,693,850
1,986,501
2,310,557
2,534,106
2,678,265
Bank syariah
20,880
26,722
33,016
49,555
66,090
75,205
Market share bank syariah
1.42%
1.58%
1.66%
2.14%
2.61%
2.81%
DPK, pembiayaan dan aset perbankan syariah tumbuh lebih pesat dibandingkan perbankan umum sehingga market share perbankan syariah terhadap perbankan umum senantiasa meningkat.
Hal ini ditopang oleh outlet perbankan syariah yang tumbuh pesat
Jumlah Outlet
Des 05
Des 06
Des 07
Des 08
Des 09
Juni 10
Konvensional
8236
9,110
9,680
10,868
12,837
12,972
Syariah
434
509
568
790
998
1,302
Perbandingan
5.27%
5.59%
5.87%
7.27%
7.77%
10.04%





Sumber

: https://webekonomiislam.wordpress.com/2014/10/11/bank-syariah-go-publik/

: https://sitisarahadi.wordpress.com/2013/07/03/artikel-contoh-makalah-perbankan-syariah/


Sabtu, 02 Mei 2015

“Tanjung Lesung 1EB08 Part5”




“Tanjung Lesung 1EB08 Part5”

Malam hari itu tanggal 5 Februari kami berkumpul disalah satu rumah teman kami Rio di kawasan kranggan bekasi. Kami berkumpul dalam rangka merealisasikan rencana yang telah kami susun sebulan yang lalu, kami berencana pergi liburan ke daerah wisata Tanjung Lesung yang berada diwilayah Banten. Satu persatu dari kami datang kerumah rio, bahkan hingga pukul 01.00 WIB salah satu teman kami baru tiba. Oya sebelumnya saya ingin memperkenalan diri saya terlebih dahulu, saya sendiri Eric dan teman-teman saya ada Andhika, Upee, Utas, Rio, Jaka, dan Adi. Kami hanya bertujuh dan menggunakan 4motor, Saya berboncengan dengan Andhika, Utas berboncengan dengan Jaka, kemudian Rio berboncengan dengan Upe, sedangkan si Adi hanya sendiri.
Kami berencana mulai start dari kawasan kranggan itu sekitar pukul 04.30 WIB, namun molor-molor akhirnya kami tepat pukul 05.30 kami berangkat. Rute yang kami lewati ialah Kranggan-Pondok Gede-Cawang-Pancoran-Kalideres-Tanggerang-Serang-Pandeglang-Tanjung Lesung, perkiraan kami jarak tempuh sekitar 7jam. Namun lagi-lagi renca tidak sesuai rencana disekitar cawang si Utas dan Jaka terpisah sehingga mau tidak mau kami harus menunggu mereka dan cukup memakan waktu karena lalu lintas pada saat itu sangat ramai karena berpaspasan dengan orang yang berangkat kerja.
Setelah kami menunggu akhirnya si utas dan jaka bergabung dengan rombongan, melalui jalan jakarta dipagi hari yang cukup macet. Pada saat harusnya berbeok kearah kalideres, kali ini gantian si upe dan rio yang salah masuk jalan mereka malah kearah season city dan pada saat mengetahui itu rombongan kami sudah berada dijalan raya tangerang sedang berteduh sambil menunggu upe dan rio menyusul kami, tak lama hujan berhenti si adi mencari bengkel untuk memperbaiki sedikit kendaraannya disana kami menunggu rio dan upe, tak lama rio dan upe bergabung dengan kami, setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami yang masih panjang.
Jalan yang cukup jauh tak membuat kami jenuh malah kami semakin bersemangat selama perjalanan. Selama perjalanan pun kami sempat berhenti sejenak untuk beristirahat, singakt cerita kami sampai di daerah pandeglang dan kami melewati alun-alun kota setelah itu kami memutuskan untuk berisitirahat disana, kami pun sempat berfoto-foto disana dan disana ada juga sebuah monumen atau patung badak yang menarik untuk difoto

Sekitar 30menit kami disana kami melanjutkan perjalanan kami sesuai dengan tujuan utama kami Tanjung Lesung. Dalam perjalanan kami mencari rumah makan padang untk mengisi perut kami yang sudah kelaparan, setelah itu kami kembali melanjutkan perjalanan kami, singkat cerita 10km sebelum sampai ditujuan kami mampir terlebih dahulu di indomaret untuk belanja sedikit sambil istirahat sejenak. Pas sudah sampai dikawasan Tanjung Lesung tersebut akan ada pos jaga jadi ketika anda masuk kesana, anda diharapkan bertanya terlebih dahulu, dan akhirnya kami pun sampai dtempat tujuan kami di Tanjung Lesung Beach.
Ketika sampai disana dan sebelum pintu masuk untuk masuk untuk “Beach Club” nya kami berhenti sejenak karena waktu sudah menunjukan pukul 16.00 WIB, tak lama itu seorang satpam menghampiri kami menanyakan kami ingin masuk atau tidak dengan menyertakan rincian biaya untuk masuk kesana, setelah kami berunding kami memutuskan untuk tidak masuk sore itu mengingat hari yang menjelang maghrib. Sore itu kami hanya berfoto-foto sebelum masuk pintu Beach Club itu.
Saat teman-teman yang lain asik santai dipinggir pantai sambil berfoto-foto sayan mengajak rio untuk menyusuri kawasan tersebut kali-kali ada penduduk setempat jadi kami bisa tinggal atau menginap disana, dan setelah kami cari ternyata ada, dan saya ajak berbincang dan penduduk itu mau jadi saya memanggil teman-tema saya yang lain untuk segera berpindah kerumah penduduk ini. Sebenarnya dari pihak pengelola tidak mengijinkan wisatawan ngemper dipantai atau seperti itu, namun karena dana kami yang terbatas mau diapakan lagi. Setelah kami istirahat berbincang-bincang dipinggir pantai hari pun mulai gelap. Satu persatu dari kami pun tertidur,  saling bergantian mengingat tempat yang kecil atau sempit, kami tidur tepat dipinggir pantai, dibale-bale kecil dan di bangku-bangku kayu pinggir pantai milik penduduk sana, dan kami berterimakasih kasih atas sambutan hangat itu. Pagi hari tiba kami kembali menikmati pemandangan alam yang indah ini, tepat pukul 08.00 WIB kami akhirnya berpamitan dengan bapak dan ibu yang sudah menyambut kami dengan hangat, kami pun sempat foto dengan bapak dan ibu tersebut


Kami melanjutkan perjalanan kami ke pantai “Beach Club” itu, harga masuk pantai itu 1sepedamotor diahargain Rp 50.000 karena kami 4 motor jadi Rp. 200.000, namun kami menawar setelah melakukan negoisiasi akhirnya kami bayar Rp. 150.000 untuk 4motor, ya lumayan lahh.. disana sebenarnya cukup baik karena ini dikelola oleh pihak swasta, namun pengunjung yang datang sangat sepi disana ada jembatan yang cukup bagus untuk dijadikan objek foto, disana juga terdapat  permainan seperti banana boat, dll. Singkat cerita setelah kami beristirahat, foto-foto, dan mandi disana tepat pukul 12.00 WIB kami pun memutuskan untuk pulang, ditengah perjalanan kami pun makan di rumah makan nasi padang lagi. Dari jam 12.00 WIB dan saya sendiri sampai dirumah saya didepok sekitar pukul 22.30 WIB, itu lama karena selama perjalanan kami sempat berisitrahat beberapa kali, dan sempat berteduh cukup lama dijalan raya serang karena hujan yang cukup deras dan lama, setelah itu ada pohon tumbang dipinggir jalan yang juga membuat macet cukup panjang. Singkat cerita perjalanan ini cukup menyenangkan dengan kawan-kawan semua, budget yang saya sendiri keluarkan tidak lebih dari Rp 130.000, murah bukannnn tapi jika kalian adalah seorang perokok maka budget yang adna butuhkan bisa lebih daripada itu. Ini ada sedikut momen-momen kami yang ada disana. Terimakasih sudah membaca blog ini.. :)























Jumat, 01 Mei 2015

“Tanjung Lesung 1EB08 Part5”



“Tanjung Lesung 1EB08 Part5”

Malam hari itu tanggal 5 Februari kami berkumpul disalah satu rumah teman kami Rio di kawasan kranggan bekasi. Kami berkumpul dalam rangka merealisasikan rencana yang telah kami susun sebulan yang lalu, kami berencana pergi liburan ke daerah wisata Tanjung Lesung yang berada diwilayah Banten. Satu persatu dari kami datang kerumah rio, bahkan hingga pukul 01.00 WIB salah satu teman kami baru tiba. Oya sebelumnya saya ingin memperkenalan diri saya terlebih dahulu, saya sendiri Eric dan teman-teman saya ada Andhika, Upee, Utas, Rio, Jaka, dan Adi. Kami hanya bertujuh dan menggunakan 4motor, Saya berboncengan dengan Andhika, Utas berboncengan dengan Jaka, kemudian Rio berboncengan dengan Upe, sedangkan si Adi hanya sendiri.
Kami berencana mulai start dari kawasan kranggan itu sekitar pukul 04.30 WIB, namun molor-molor akhirnya kami tepat pukul 05.30 kami berangkat. Rute yang kami lewati ialah Kranggan-Pondok Gede-Cawang-Pancoran-Kalideres-Tanggerang-Serang-Pandeglang-Tanjung Lesung, perkiraan kami jarak tempuh sekitar 7jam. Namun lagi-lagi renca tidak sesuai rencana disekitar cawang si Utas dan Jaka terpisah sehingga mau tidak mau kami harus menunggu mereka dan cukup memakan waktu karena lalu lintas pada saat itu sangat ramai karena berpaspasan dengan orang yang berangkat kerja.
Setelah kami menunggu akhirnya si utas dan jaka bergabung dengan rombongan, melalui jalan jakarta dipagi hari yang cukup macet. Pada saat harusnya berbeok kearah kalideres, kali ini gantian si upe dan rio yang salah masuk jalan mereka malah kearah season city dan pada saat mengetahui itu rombongan kami sudah berada dijalan raya tangerang sedang berteduh sambil menunggu upe dan rio menyusul kami, tak lama hujan berhenti si adi mencari bengkel untuk memperbaiki sedikit kendaraannya disana kami menunggu rio dan upe, tak lama rio dan upe bergabung dengan kami, setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami yang masih panjang.
Jalan yang cukup jauh tak membuat kami jenuh malah kami semakin bersemangat selama perjalanan. Selama perjalanan pun kami sempat berhenti sejenak untuk beristirahat, singakt cerita kami sampai di daerah pandeglang dan kami melewati alun-alun kota setelah itu kami memutuskan untuk berisitirahat disana, kami pun sempat berfoto-foto disana dan disana ada juga sebuah monumen atau patung badak yang menarik untuk difoto
IMG_5946.JPG
Add caption
IMG_5927.JPG
Sekitar 30menit kami disana kami melanjutkan perjalanan kami sesuai dengan tujuan utama kami Tanjung Lesung. Dalam perjalanan kami mencari rumah makan padang untk mengisi perut kami yang sudah kelaparan, setelah itu kami kembali melanjutkan perjalanan kami, singkat cerita 10km sebelum sampai ditujuan kami mampir terlebih dahulu di indomaret untuk belanja sedikit sambil istirahat sejenak. Pas sudah sampai dikawasan Tanjung Lesung tersebut akan ada pos jaga jadi ketika anda masuk kesana, anda diharapkan bertanya terlebih dahulu, dan akhirnya kami pun sampai dtempat tujuan kami di Tanjung Lesung Beach.
Ketika sampai disana dan sebelum pintu masuk untuk masuk untuk “Beach Club” nya kami berhenti sejenak karena waktu sudah menunjukan pukul 16.00 WIB, tak lama itu seorang satpam menghampiri kami menanyakan kami ingin masuk atau tidak dengan menyertakan rincian biaya untuk masuk kesana, setelah kami berunding kami memutuskan untuk tidak masuk sore itu mengingat hari yang menjelang maghrib. Sore itu kami hanya berfoto-foto sebelum masuk pintu Beach Club itu.
Saat teman-teman yang lain asik santai dipinggir pantai sambil berfoto-foto sayan mengajak rio untuk menyusuri kawasan tersebut kali-kali ada penduduk setempat jadi kami bisa tinggal atau menginap disana, dan setelah kami cari ternyata ada, dan saya ajak berbincang dan penduduk itu mau jadi saya memanggil teman-tema saya yang lain untuk segera berpindah kerumah penduduk ini. Sebenarnya dari pihak pengelola tidak mengijinkan wisatawan ngemper dipantai atau seperti itu, namun karena dana kami yang terbatas mau diapakan lagi. Setelah kami istirahat berbincang-bincang dipinggir pantai hari pun mulai gelap. Satu persatu dari kami pun tertidur,  saling bergantian mengingat tempat yang kecil atau sempit, kami tidur tepat dipinggir pantai, dibale-bale kecil dan di bangku-bangku kayu pinggir pantai milik penduduk sana, dan kami berterimakasih kasih atas sambutan hangat itu. Pagi hari tiba kami kembali menikmati pemandangan alam yang indah ini, tepat pukul 08.00 WIB kami akhirnya berpamitan dengan bapak dan ibu yang sudah menyambut kami dengan hangat, kami pun sempat foto dengan bapak dan ibu tersebut
IMG_8063.JPG
IMG_8058.JPG
Kami melanjutkan perjalanan kami ke pantai “Beach Club” itu, harga masuk pantai itu 1sepedamotor diahargain Rp 50.000 karena kami 4 motor jadi Rp. 200.000, namun kami menawar setelah melakukan negoisiasi akhirnya kami bayar Rp. 150.000 untuk 4motor, ya lumayan lahh.. disana sebenarnya cukup baik karena ini dikelola oleh pihak swasta, namun pengunjung yang datang sangat sepi disana ada jembatan yang cukup bagus untuk dijadikan objek foto, disana juga terdapat  permainan seperti banana boat, dll. Singkat cerita setelah kami beristirahat, foto-foto, dan mandi disana tepat pukul 12.00 WIB kami pun memutuskan untuk pulang, ditengah perjalanan kami pun makan di rumah makan nasi padang lagi. Dari jam 12.00 WIB dan saya sendiri sampai dirumah saya didepok sekitar pukul 22.30 WIB, itu lama karena selama perjalanan kami sempat berisitrahat beberapa kali, dan sempat berteduh cukup lama dijalan raya serang karena hujan yang cukup deras dan lama, setelah itu ada pohon tumbang dipinggir jalan yang juga membuat macet cukup panjang. Singkat cerita perjalanan ini cukup menyenangkan dengan kawan-kawan semua, budget yang saya sendiri keluarkan tidak lebih dari Rp 130.000, murah bukannnn tapi jika kalian adalah seorang perokok maka budget yang adna butuhkan bisa lebih daripada itu. Ini ada sedikut momen-momen kami yang ada disana. Terimakasih sudah membaca J
IMG_5974.JPGIMG_6074.JPG
IMG_6098.JPGIMG_8183.JPG
IMG_8473.JPGIMG_8497.JPG
IMG_8652.JPGIMG_6438.JPG
IMG_6127.JPGIMG_6919.JPGIMG_5910.JPG
IMG_6432.JPGIMG_5979.JPGIMG_8225.JPG
IMG_6964.JPG